top of page

FIGHT CLUB

20:11. 19/07/13.

“untuk membuat telur dadar, telur harus dipecahkan dulu.”~ Fight Club.

By

Novian Arif.

“Fight Club” tontonan yang yang sudah ketiga kalinya lebih kurang saya tonton. Film yang sudah memiliki group di facebook ini dan memiliki fans yang banyak juga tentunya (apa hubungannya dengan facebook dan fans ?hahaha.). Disini saya tidak membahas facebook dan fans. Disini saya akan membahas sedikit tentang film Fight Club yang baru tadi malam saya toton ulang. Fight Club Basic cerita yang diambil dari novel Chuck Palahniuk di sutradarai oleh David Fincher ini, memiliki konsep kuat tentang “Anti Kontrol” yang terlihat jelas di dialog-dialog di scene film. Salah satunya waktu si Tyler Durden yang diperankan oleh (Brad Pitt) melepaskan kendali stir mobil yang membuat panik semua orang yang ada didalam mobil, sambil berucap “stop trying to control everything!, and just let it fucking go!” disini saya menambahkan kata fucking supaya lebih dramatis saja. Atau berhentilah untuk memberi kontrol atas segalanya, seperti kontrol yang kau dapatkan dari media, pemerintah dan perusahaan periklanan lainnya. Just let it go.

Seorang pria cerdas yang menyebut dirinya “I am Jack’s broken heart” atau “saya Jack yang patah hati” yang diperankan oleh (Edward Norton) yang memiliki dua pribadi berbeda sekaligus, yang mengalami masalah emosional yang serius. Bekerja dikantor perusahaan mobil besar yang bosan dengan kehidupannya, merasa budak dari setiap produk yang dibelinya, kontrol terhadap bossnya, seperti yang dia katakan ketika mendapat pertanyaan dari pribadi lainnya “kalau boleh memilih, dengan siapa kau ingin berkelahi?” Tyler menjawab “fight my boss probaly” atau kalau bisa dengan bos saya sendiri. Menderita Insomnia akut. Bermula dari membakar habis rumahnya di sebuah apartemenya dengan semua isinya, membakar barang-barang yang dicintainya dulu, furnitur, sofa dan lainnya. Dan berlanjut kehadiran sosok manusia dari ilusinya sosok sisi dirinya yang lain yang diperankan oleh (Brad Pitt). Manusia malam yang sebagai pelampiasan kekesalan, kemarahannya terhadap permasalahan yang dihadapinya. Manusia yang ,memiliki taktik cerdas untuk organisasi yang akan dibangunnya kelak. Yaitu “FIGHT CLUB” nantinya. Organisasi pembuka pintu Chaos. Pintu yang diciptakan sendiri oleh para penguasa, pengendali kontrol, perusahaan kartu kredit, media iklan dan tv.

Tyler menarasikan orang-orang yang “candu” terhadap mengunjungi sebuah kelompok positif sharing, sebuah groups yang melakukan pertemuan, berbagi yang tangisan menjadi pelepasan beban dari segala masalah hidup seseoarang. Di group tersebut hanya perlu berbagi dengan jujur kepada audiens lain yang “mencoba” mendengar semua keluhan atas masalah anda. Anggota group yang belum anda kenal sebelumnya ini, akan memberikan tepukan setelah anda selesai dengan cerita bullshit anda. Maka anda duduk kembali untuk mendengar sharing dari audiens lainnya. Setelah semua selesai berbagi, semua anggota di suruh memilih pasangan untuk saling melepaskan semua beban masalah dengan menangis dengan keras dan berbagi lagi sambil berpelukan. Dari kejadian tersebut Tyler merasa bisa tidur lelap untuk pertama kalinya setelah mengikuti ativitas acara tadi. Kecanduan dengan hal tersebut, “Jack yang patah hati” pun sibuk mencari group-group lainnya, (Fight Club sendiri, terinspirasi dari keberadaan groups sharing ini. menurut saya) dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan ini. Tapi itu tidak berlangsung lama. Setelah dia ditemukan dengan sosok perempuan yang bernama Marla Singer. Perempuan yang diketahui Tyler perempuan penganggu di aktifitasnya ke groups sharing, Tyler melihat Marla sebagai pantulan dirinya. Yang membuat Tyler tidak bisa menagis keras lagi dan yang paling penting. Tyler tidak bisa tidur lagi.

Marla Singer yang diperankan oleh (Helena Bonham Carter) adalah perempuan yang sekarat, perempuan mencintai asap yang keluar dari lobang-lobang diwajahnya (tepatnya dia perokok) perempuan yang dibencinya sekaligus yang dicintainya. Terlihat waktu dia tanpa disadari melakukan sex dengan Marla yang sebelumnya dia ketahui Marla berhubungan dengan Tyler (manusia imajinya sendiri) dan bukan dia. Marla hanya dibutuhkan ketika dia menjadi Tyler Durden pada malamnya, Marla seperti object kebutuhan biologisnya, tidak lebih. Sebuah tradisi yang diwariskan oleh ayahnya sendiri, Tyler menyebutkan “kecuali untuk becinta, Tyler dan Marla tak pernah satu kamar. Orangtuaku hidup seperti itu bertahun-tahun.”. Di suatu pagi ketika Marla menjumpai Tyler di dapur, Ia berkata “kondom seperti sepatu kaca digenerasi kita, kau perlu satu kalau bertemu orang lain, you dance all night, lalu kau buang begitu saja”. Ketika Marla menyebutkan kaliamat “you dance all night” sama dengan “anda becinta pada malamnya” kata sinonim yang romantis sekali.

Hal lain yang menarik di film ini adalah sosok subliminal maksudnya disini adalah (pesan visual yang tersembunyi yang sajikan berulang-ulang dengan satu frame satu detik bertujuan yang memasukkan pesan sugesti tanpa penonton sadari, memainkan alam bawah sadar penonton dengan sendirinya) dari Brad Pitt yang berperan sebagai Tyler Dunder. Seolah-olah si Sutradara dengan memakai cara pesan tersembunyinya sudah mengenalkan lebih awal ke penonton sosok pribadi lain dari Tyler Durden, atau ada maksud lain dari Chuck Palahniuk dan David Fincher?, saya tidak tahu pasti. Film ini di scene pertama dan selanjutnya, jika anda perhatikan dengan teliti anda akan menemukan sosok subliminal si Tyler dengan jelas. Sosok ciptaan dari hasil pikiran pemeran utama yang diperankan oleh (Edward Norton) sebagai narrator di film ini dengan berbagai pose. Saya baru sadar hal ini setelah menonton ke tiga kalinya, pertama yang ada dibenak saya adalah ini bagian dari skenario dari film. Jawaban ini saya temukan di adegan ketika narasi film menceritakan tentang dan pekerjaan si Tyler Durden. Berawal dari dia sebagai proyektor seloloid menyambung roll film di sebuah bioskop. Dipekerjaan ini dia mempunyai kesempatan untuk bekreasi, salah satunya seperti mengganti film porno di film keluarga atau memasukan subliminal roll film adegan porno di roll film keluaraga “so, jika anda menemukan sekilas suara atau adegan porno di film keluarga atau film lainnya di bioskop, itu artinya anda baru saja melihat andil Tyler dalam film tersebut”. (narasi dari film) Dan yang paling penting adalah, banyak dari penonton yang tidak mengetahui kesengajaan itu. Dari narasi inilah saya yakin pasti kalau subliminal dari sosok Tyler di pembuka dan akhir film ini memang bagian skenario dari Sutradara. Saya rasa menarik untuk diketahui maksud si Sutradara lebih lanjut.

Di film ini narasi awal tentang kehidupan orang kantoran yang diperbudak oleh barang-barang dari majalah furnitur. Narrator menyebutkan “seperti kebanyakkan orang aku adalah budak. Kalau aku melihat hal yang menurutku menarik, seperti meja kopi berbentuk yin-yang maka aku harus memilikinya. Perabot kantor Klipsk yang unik, sepeda rumah Hovertrekke, sofa Ohmashap dengan pola garis hijau strine, bahkan lampu Ryslampa dari kertas mentah. Aku memeriksa katalog dan bertanya, “perabot apakah yang menjadi ciri personalku ?”. aku sudah memiliki segalanya.”. Penonton akan dibawa frame ilustarsi kuasa media atas kehidupan seseorang. Yang berujung menggantikan seseorang menjadi robot atas kendali perusahaan capitalis. Bagaimana subliminal sangat mempengaruhi pola hidup seseorang dan masyarakatnya. Pernyataan ini di ucapkan Tyler di sebuah pertemuannya dengan anggota Fight Clubnya dia mengatakan “Iklan membuat kita mengejar mobil dan pakaian, megerjakan pekerjaan yang tidak kita suka, untuk membeli barang yang tidak kita butuhkan. Kita dibesarkan oleh televisi untuk percaya, bahwa suatu hari bisa menjadi jutawan dan bintang film. Tapi sebenarnya itu tidak terjadi. Kita secara perlahan mempelajari fakta itu. Dan kita menjadi sangat, sangat marah akan hal itu. Fenomena masyrakat konsumtif yang banyak berkembang dewasa ini. Kadang saya melihat masalah ini seperti saya bosan untuk membahasnya. Ini seperti masalah kuno yang terus mewabah biak dan memiliki rulenya sendiri. apakah semua ini sama dengan pepatah “untuk membuat telur dadar, telur harus dipecahkan dulu.” Atau “anda harus membunuh dulu, sebelum bisa memakan daging ayam dan sapi” atau “anda harus kreatif dulu, sebelum produk anda bisa laku”. Atau “anda harus berpolitik (kotor) dulu, sebelum suara anda didengar” . nah loh ?

Tyler Durden, sosok yang jenius, tangguh, memakai jaket kulit yang dianggpnya tahan lama (salah satu konsep anti konsumtif memakai barang yang tahan lama atau awet menurut saya), perokok, psycho, anarki, berani, nekad, dan matang dalam melakukan misinya. Disini bisa dilihat pemeran utama mencoba lari dari zona kiri dari dirinya disini tampak berusaha menciptakan sosok lain, yang berbeda dari diri aslinya,  dimana secara otomatis  bisa beratahan di zona netral atau aman yang menjadi dirinya bisa lari dari pribadi lainnya secara utuh. Dan dia tidak mau disalahkan atas ciptaan pikirannya. Disiang hari pergi kekantor Tyler became to be netral, normal dan dimalam harinya berubah menjadi Tyler Durden yang menyelesaikan misinya, kritis terhadap kenyataan hidup, sosok yang keras terhadap pendiriannya. Yang mempunyai misi besar. Tyler menemukan atau lebih tepatnya dia menciptakan sebuah group “Fight Club” group yang lahir terhadap rasa sakit yang dia dapatkan dari sebuah pukulan (berkelahi) dia mengatakan “setelah anda berkelahi, semuanya menjadi tenang”. Mereka seperti menikmati rasa sakit setelah berkelahi dan merasa lapang, (menurut saya, ini sama saja orientasinya dengan group-group sharing lainnya, cuma beda cara saja) dan bisa jadi beralih menjadi candu. Ini menjadi tonggak utamanya dalam terbentuknya organisasi ketat, yang sudah tersebar dikota-kota besar. Organisasi yang mampu beroperasi sendiri, organisasi yang di desain untuk misi untuk menyerang balik musuhnya (membumi hanguskan markas besar perusahaan kartu kredit dan perusahaan TRW), ketika polisi menanyakan disalah satu scene “kenapa harus perusahaan itu, dan markas besar kartu kredit?”. Tyler menjawab “kalau kau bisa hapuskan semua laporan hutan piutang, maka semua mulai dari nol, menciptakan kekacauan.”.

Dan ending dari film adalah Tyler menyadari ada yang salah dengan semua tindakannya. Dia tidak bisa lagi bersahabat dengan pribadi yang satunya, seperti pribadinya yang satunya memiliki kontrol besar yang tidak melibatkan pribadinya yang lain. Berawal dari ketidak ikut sertaannya didalam salah satu operasi, yaitu operasi Mayhem (lebih besar dari Fight Club dan mempunyai misi besar). Tyler merasa dicampakkan oleh hasil pikirannya yang lain atau sisi dirinya yang kedua. Tyler seperti terbangun ketika melihat jasad teman dekatnya Bob yang dia kenal waktu dia sering mengikuti pertemuan sharing dulu meninggal dengan lubang besar di kepala. Bob tertembak oleh polisi saat melakukan misi yang bernama “operasi latte tander” dan menghancurkan coffe bar (warung kopi) yang tentu saja ini ide dari Tyler sendiri. Jatuhnya korban (pembunuhan), Group yang berawal untuk melepaskan depresi dan keluar dari kontrol hidup berubah menjadi organisasi yang massive yang terkontrol. Dia pun berusaha untuk menggagalkan semua misi yang sebelumnya didesain dengan matang, melewati berbagai rintangan pertempurannya dengan dirinnya sendiri pertempurannya dengan Tyler Durden seperti di salah satu dialognya dengan pribadinya yang lain “sejak kapan projek Mayhem (nama group setelah Fight Club) melakukan pembunuhan?” dan Tyler menjawab “kita tidak membunuh siapapun, kita membebaskan mereka!” pertanyaan muncul lagi “Bob is dead, they shoot him in the head!” Tyler menjawab “untuk membuat telur dadar, telur harus dipecahkan dulu.” Percakapan ini berakir ketika Tyler merasa jenuh dengan semua ini dan menghentikan semua ilusi ini dengan membunuh pribadi keduanya, adegan suicide (bunuh diri) dengan menodongkan pistol di mulutnya dan BANG! (mungkin seperti adegan Kurt Cobain yang mengakhiri hidupnya, cuma beda jenis senjata, posisi, dan disini kepala pemain tidak pecah seperti kepalanya Kurt). Tyler Durden death (mati) tapi tidak dengan Tyler Durden yang aslinya. Tindakan Tyler  membunuh pribadinya yang kedua menurut saya sama persis dengan isi pesan yang sempat dilontarkan dari drinya sendiri yaitu “untuk membuat telur dadar, telur harus dipecahkan dulu.”. Untuk dia bisa keluar dari semua ini Tyler harus mengorbankan salah satu sisi pribadinya.

Film ini mempermainkan isi pikiran, mempermainkan terkaan-terkaan, prasangka, anggapan si penonton. Mempermainkan  zona intepretasi yang dimiliki penuh oleh penonton taktik visual yang cerdas dari frame by frame yang sangat matang dan dibuat binggung dengan sosok si Tyler pada endingnya dari si Sutradara. Pesan yang saya lihat di film ini memberikan sebuah pesan tentang keberanian untuk mengambil keputusan dan mempertanggung jawabkannya dengan seksama dan dengan tempo sesingkat-singkatnya. Bagian bahagianya adalah kesuksesan dan keberhasilan dari rencana si Tyler sendiri yang diakhiri dengan visual romantis antara “Jack yang patah hati” dengan Marla “wanita yang sekarat”. Eiit tunggu dulu, siapa sebenarnya Marla?, dan apakah benar si Tyler bekerja di perusahaan mobil yang besar?, atau dia memang bekerja di bioskop sebagai proyektor seloloid ?, karena di film ini penonton melihat subliminal dari Tyler sendiri, persis seperti yang dia sebutkan. Atau mungkin saja semua ini adalah hasil kreasi pikirannya, di film ini tidak disebutkan tentang siapa itu Marla sesungguhnya, bisa jadi perempuan ini adalah hasil ciptaan dari pikiran Tyler Durden. Perempuan yang dihadirkan untuk pelampiasan hasratnya sebagai manusia dan laki-laki. Ahh tidak penting juga, ceritanya juga akan habis hehe. Merekapun berpegangan tangan menyaksikan runtuhnya gedung-gedung megah capitalis dengan ritme smooth dan berirama dan ditambah backsong dari band asal Inggris The Pixies yang berjudul “where is my mind?” salah satu lagu yang ditulis oleh (Black Francis), dan tentu saja ini menjadi momen yang didesain indah untuk saksikan dan didengar oleh mereka berdua dan juga untuk para penonton.

Fight-Club-fight-club-30836125-1600-1200

ilustrasi dari : ( http://www.jtsstrength.com/articles/2013/07/03/fight-club/ )

#desktop #art #community #website #fightclubfilm #success #cute #book #music #audio #transportation #reading #abstract #movie #webdesign #punk #comic #fightclubreview #animal #web #illustration #mind #fightclubmovie #mail #love #story #books #subliminal #fight #hiddenmessage #time #family #film #sarcasm

1 view0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page